Jenis minuman khas Kotagede, tetapi kini sudah tidak dapat dijumpai lagi. Minuman dengan rasa segar ini dibuat dari bahan-bahan; cao, kolang-kaling, kelapa muda, air, dan sirup atau (dahulu menggunakan tetes tebu) sebagai pemanis. Hal ini berkaitan dengan kondisi pada masa dahulu di Kotagede pernah ada pabrik gula, sehingga mudah cara mendapatkan
tetes tebu tersebut.
Cara membuatnya: sirup dilarutkan dalam air dicampur kolang-kaling yang telah diiris kecil-kecil, degan (kelapa muda) yang di ambil (dikeruk) isi (daging) nya, kadangkala ditambah dengan nanas dan jeruk nipis.
Cara penyajiannya,dengan dituang ke dalam gelas dan diminum sebagai minuman
yang segar.
Showing posts with label * kuliner. Show all posts
Showing posts with label * kuliner. Show all posts
Monday, June 7, 2010
Saturday, January 9, 2010
Jenang Suran/ Bubur Suran
dari beras nasi diberi warna-warni. Sekarang sudah jarang sekali. Merupakan ungkapan rasa sukur atas pergantian tahun.
Monday, June 8, 2009
Uyub-Uyub, Jamu
Disebut juga jamu gepyokan adalah jamu yang digunakan untuk meningkatkan produksi air susu ibu pada ibu yang sedang menyusui. Hanya seorang penjual jamu yang mengatakan bahwa ada khasiat lain, yaitu untuk menghilangkan bau badan yang kurang sedap, baik pada ibu maupun anak dan 'mendinginkan' perut.
Bahan baku jamu uyup-uyup sangat bervariasi antar pembuat jamu, namun pada umumnya selalu menggunakan bahan empon-empon yang terdiri dari kencur, jahe, bangle, laos, kunir, temulawak, puyang, dan temugiring.
Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu semua bahan dicuci bersih tanpa dikupas, selanjutnya empon-empon dirajang (diiris tipis) ditambah bahan-bahan lain dan ditumbuk kasar, lalu diperas serta disaring. Perasan dimasukkan ke dalam air matang yang sudah dingin. Selanjutnya ditambahkan gula ( sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk diperjual belikan.
Bahan baku jamu uyup-uyup sangat bervariasi antar pembuat jamu, namun pada umumnya selalu menggunakan bahan empon-empon yang terdiri dari kencur, jahe, bangle, laos, kunir, temulawak, puyang, dan temugiring.
Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu semua bahan dicuci bersih tanpa dikupas, selanjutnya empon-empon dirajang (diiris tipis) ditambah bahan-bahan lain dan ditumbuk kasar, lalu diperas serta disaring. Perasan dimasukkan ke dalam air matang yang sudah dingin. Selanjutnya ditambahkan gula ( sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk diperjual belikan.
Ukel, Makanan
Makanan khas Kotagede dengan bentuk seperti cincin. Setelah digoreng, kemudian ditaburi dengan tepung gula pasir.
Cara membuat: Bahan utama makanan dari tepung terigu, dicampur dengan air santan, bumbu, dan garam. Setelah menjadi adonan yang kental dan liat, kemudian dipilin dengan kedua tangan dan dibentuk. Bahan yang telah dibentuk tersebut, lalu dimasukkan ke dalam penggorengan dengan minyak yang banyak. Setelah matang, segera dimasukkan ke dalam tepung gula pasir, diaduk-aduk sampai rata. Setelah rata makanan siap untuk dihidangkan.
Cara membuat: Bahan utama makanan dari tepung terigu, dicampur dengan air santan, bumbu, dan garam. Setelah menjadi adonan yang kental dan liat, kemudian dipilin dengan kedua tangan dan dibentuk. Bahan yang telah dibentuk tersebut, lalu dimasukkan ke dalam penggorengan dengan minyak yang banyak. Setelah matang, segera dimasukkan ke dalam tepung gula pasir, diaduk-aduk sampai rata. Setelah rata makanan siap untuk dihidangkan.
Saturday, June 6, 2009
Bobok
Ramuan bedak yang dioleskan atau dilulurkan pada anggota tubuh. Beberapa bobok bayi antara lain bedak wangi untuk menjaga kesehatan kulit, dinglo bangle untuk bedak menolak sawan, kenar kemukus untuk mencegah penyakit pilek, dan diberi tapel yang terdiri dari daun jarak dicampur dnegna minyak dan diikatkan diperut, untuk mencegah agar anak tidak masuk angin.
Blobok
Ramuan yang dibuat dari beras dan kencur yang ditumbuk halus, atau brambang diparut kemudian dicampur dengan minyak kelapa secukupnya. Digunakan untuk mengolesi perut bayi yang kembung, dan untuk mengobati masuk angin pada bayi.
Bikan, Makanan
Makanan dari bahan tepung yang digoreng dengan sedikit minyak dan bagian bawahnya agak gosong. Bahan makanan utama tradisional ini menggunakan bahan: tepung gandum, telur, gula, garam dan diberi pewarna kuning. Telur dan gula diaduk dicampur gandum dan air santan, kemudian di pan dengan tutupnya. Bagian tutup pan di atasnya ada tempat untuk arang. Dimaksudkan agar meratakan makanan pada saat proses pemanggangan. Sebelum adonan tersebut diletakkan ke dalam cetakan yang berdiameter + 10 cm lebih dahulu harus diuseri (lumuri) dengan sedikit minyak goreng.
Setelah semua selesai dapat disajikan di atas piring dengan alas daun pisang. Dulu pernah menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Kotagede. Pertama kali dibuat oleh Mbah Panut dari Kampung Mandarakan, kemudian diteruskan oleh anaknya bernama Mbah Sastro Sukanto (Punjul). Sepeninggal Mbah Sastro, tidak ada lagi yang meneruskannya. Dinamai Mbah Punjul, karena ibu jarinya ada sedikit tonjolan, sehingga jarinya terkesan lebih (punjul), sehingga ia dikenal dengan nama Mbah Punjul.
Setelah semua selesai dapat disajikan di atas piring dengan alas daun pisang. Dulu pernah menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Kotagede. Pertama kali dibuat oleh Mbah Panut dari Kampung Mandarakan, kemudian diteruskan oleh anaknya bernama Mbah Sastro Sukanto (Punjul). Sepeninggal Mbah Sastro, tidak ada lagi yang meneruskannya. Dinamai Mbah Punjul, karena ibu jarinya ada sedikit tonjolan, sehingga jarinya terkesan lebih (punjul), sehingga ia dikenal dengan nama Mbah Punjul.
Besek
Peralatan rumah tangga tradisional yang berfungsi sebagai wadah makanan atau bumbu dapur. Besek berbentuk empat persegi dan bertutup. Besek terbuat dari anyaman bambu. Ukuran besek bermacam-macam, ada yang kecil, sedang dan besar. Besek biasnaya disimpan di paga atau diletakkan di atas meja.
Berkat Slametan
Merupakan masakan-masakah sebagai rangkaian selamatan bagi orang yang meninggal, adalah sebagai berikut:
Ketan, kolak, apem, seperti yang sudah disebutkan di atas;
Nasi golong, 7 pasang (=14 buah). Lauknya berupa: entho-entho, telur dadar tipis diiris kecil-kecil, gebingan (kelapa muda diiris-iris tipis kecil, digoreng), kacang tanah digoreng, ulam asren (bagian dalam dari lembu diiris kecil-kecil digoreng);
Nasi wajar disebut juga sega jawa, lauk-pauknya terdiri dari: pindhang kluwih, yang diberi campura bagian dalam lembu diiris kecil-kecil dibungkusi kecil-kecil supaya tidak bercampur dengan kluwih. Sebungkus berisi 1-2 iris kecil. Entho-entho, kacang tanah goreng, telur dadar tipis satu iris, sambal goreng krecek, acar campur, tomis buncis, mihun goreng, daging lembu dimasak bistik, atau terik semur campur atau cap jae goreng, rempeyek kacang tanah, rempeyek kedelai, rempeyek gereh, telur pindang, krupuk dan buah pisang raja satu sisir.
Nasi gurih dan ingkung ayam jantan dimasak bumbu lembaran. Semacam opor. Ayam jantan diusahakan yang wiring kuning atau putih mulus. Lauknya sambal pecel (sambal kacang tanah), sambal pencok (kacang tholo putih), lalaba (kobis diiris-iris halus, mentimun, kecambah, kemangi, petai, jengkol, semuanya mentahan), rambak goreng sebagai kerupuknya.
Pisang raja satu tangkep sebagai sanggan, jajan pasar selengkapnya (tidak boleh dilupakan jambu dan salak),
Kembang telon (mawar, melati, kenanga) dan kemenyan.
Lima macam bubur: merah, putih, baro-baro (dari tepung bekatul) sliringan (separo putih separo merah), dan palang.
Untuk nyurtanah tambah sebuah tumpeng pungkur, lauknya urap megana. Tumpeng pungkur dibuat dari tumpeng nasi biasa yang dibelah menjadi dua, keduanya diletakkan diatur saling membelakangi (Jawa: ungkur-ungkuran). Tumpeng pungkur itu hanya untuk keperluan selamatan nyurtanah saja, tidak untuk keperluan lain-lain. Kecuali tumpeng pungkur juga disertai sayur bening dan gecok mentah, yang dibuat dari air santan mentah, diberi bawang merah, cabai merah, daun salam dan irisan-irisan daging mentah. Daging itu dapat diganti dengan tempe yang diiris-iris. Semuanya ini mentah (tidak dimasak) lalu diwadahi di dalam takir.
Ketan, kolak, apem, seperti yang sudah disebutkan di atas;
Nasi golong, 7 pasang (=14 buah). Lauknya berupa: entho-entho, telur dadar tipis diiris kecil-kecil, gebingan (kelapa muda diiris-iris tipis kecil, digoreng), kacang tanah digoreng, ulam asren (bagian dalam dari lembu diiris kecil-kecil digoreng);
Nasi wajar disebut juga sega jawa, lauk-pauknya terdiri dari: pindhang kluwih, yang diberi campura bagian dalam lembu diiris kecil-kecil dibungkusi kecil-kecil supaya tidak bercampur dengan kluwih. Sebungkus berisi 1-2 iris kecil. Entho-entho, kacang tanah goreng, telur dadar tipis satu iris, sambal goreng krecek, acar campur, tomis buncis, mihun goreng, daging lembu dimasak bistik, atau terik semur campur atau cap jae goreng, rempeyek kacang tanah, rempeyek kedelai, rempeyek gereh, telur pindang, krupuk dan buah pisang raja satu sisir.
Nasi gurih dan ingkung ayam jantan dimasak bumbu lembaran. Semacam opor. Ayam jantan diusahakan yang wiring kuning atau putih mulus. Lauknya sambal pecel (sambal kacang tanah), sambal pencok (kacang tholo putih), lalaba (kobis diiris-iris halus, mentimun, kecambah, kemangi, petai, jengkol, semuanya mentahan), rambak goreng sebagai kerupuknya.
Pisang raja satu tangkep sebagai sanggan, jajan pasar selengkapnya (tidak boleh dilupakan jambu dan salak),
Kembang telon (mawar, melati, kenanga) dan kemenyan.
Lima macam bubur: merah, putih, baro-baro (dari tepung bekatul) sliringan (separo putih separo merah), dan palang.
Untuk nyurtanah tambah sebuah tumpeng pungkur, lauknya urap megana. Tumpeng pungkur dibuat dari tumpeng nasi biasa yang dibelah menjadi dua, keduanya diletakkan diatur saling membelakangi (Jawa: ungkur-ungkuran). Tumpeng pungkur itu hanya untuk keperluan selamatan nyurtanah saja, tidak untuk keperluan lain-lain. Kecuali tumpeng pungkur juga disertai sayur bening dan gecok mentah, yang dibuat dari air santan mentah, diberi bawang merah, cabai merah, daun salam dan irisan-irisan daging mentah. Daging itu dapat diganti dengan tempe yang diiris-iris. Semuanya ini mentah (tidak dimasak) lalu diwadahi di dalam takir.
Beras Kencur, Jamu
Jamu beras kencur dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu yang dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh. Dengan membiasakan minum jamu beras kencur, tubuh akan terhindar dari pegal-pegal dan linu yang biasa timbul bila bekerja terlalu payah. Selain itu, banyak pula yang berpendapat bahwa jamu beras kencur dapat merangsang nafsu makan, sehingga selera makan meningkat dan tubuh menjadi lebih sehat.
Dalam pembuatan jamu beras kencur, terdapat beberapa variasi bahan yang digunakan, namun terdapat dua bahan dasar pokok yang selalu dipakai, yaitu beras dan kencur. Kedua bahan ini sesuai dengan nama jamu, dan jamu ini selalu ada meskipun komposisinya tidak selalu sama di antara penjual jamu. Bahan-bahan lain yang biasa dicampurkan ke dalam racikan jamu beras kencur adalah biji kedawung, rimpang jahe, biji kapulogo, buah asem, kunci, kayu keningar, kunir, jeruk nipis, dan buah pala. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan.
Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu direbus dan dibiarkan sampai dingin, kemudian disediakan sesuai kebutuhan. Mula-mula beras disangan, selanjutnya ditumbuk sampai halus. Bahan-bahan lain sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Kedua bahan ini kemudian dicampur, diperas, dan disaring dengan saringan atau diperas melalui kain pembungkus bahan. Sari perasan bahan dicampurkan ke dalam air matang yang sudah tersedia, diaduk rata. Selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol.
Dalam pembuatan jamu beras kencur, terdapat beberapa variasi bahan yang digunakan, namun terdapat dua bahan dasar pokok yang selalu dipakai, yaitu beras dan kencur. Kedua bahan ini sesuai dengan nama jamu, dan jamu ini selalu ada meskipun komposisinya tidak selalu sama di antara penjual jamu. Bahan-bahan lain yang biasa dicampurkan ke dalam racikan jamu beras kencur adalah biji kedawung, rimpang jahe, biji kapulogo, buah asem, kunci, kayu keningar, kunir, jeruk nipis, dan buah pala. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan.
Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu direbus dan dibiarkan sampai dingin, kemudian disediakan sesuai kebutuhan. Mula-mula beras disangan, selanjutnya ditumbuk sampai halus. Bahan-bahan lain sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Kedua bahan ini kemudian dicampur, diperas, dan disaring dengan saringan atau diperas melalui kain pembungkus bahan. Sari perasan bahan dicampurkan ke dalam air matang yang sudah tersedia, diaduk rata. Selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol.
Friday, June 5, 2009
Banjar, Makanan
Makanan khas Kotagede dengan bentuk seperti cincin, dibagian pinggirnya dibentuk sehingga menyerupai bentuk cakra. Banjar dibuat dari bahan utama tepung beras ketan, dan dibentuk seperti cakra.
Kue ini mirip dengan Ukel, perbedaannya terletak pada rasanya yang tidak manis tetapi gurih. Sebagian makanan ringan, berjari biasanya disajikan bersama dengan minuman teh, bersifat kering dan tahan lama, sehingga cocok untuk menjadi salah satu oleh-oleh khas Kotagede.
Kue ini mirip dengan Ukel, perbedaannya terletak pada rasanya yang tidak manis tetapi gurih. Sebagian makanan ringan, berjari biasanya disajikan bersama dengan minuman teh, bersifat kering dan tahan lama, sehingga cocok untuk menjadi salah satu oleh-oleh khas Kotagede.
Baki
Berfungsi sebagia alat untuk membawa minuman dan makanan ketika akan disajikan kepada tamu. Bentuk baki bermacam-macam ada yang bulat, persegi dan lonjong. Baki terbuat dari kuningan, aluminium, kayu dan sebagainya. Baki yang tidak dipakai diletakkan di rak atau meja dapur.
Bajigur, Wedang
Minuman tradisional yang dihidangkan sebagai minuman segar dalam keadaan panas, sebagai bagian untuk menemani hidangan lain seperti pisang rebus, kacang rebus atau ubi rebus. Untuk membuatnya diperlukan bahan mentahkopi, kelapa, gula merah, dan kadang digunakan klang-kaling. Untuk bumbu ditambahakan garam dan panili. Cara pembuatannya kelapa diparut, diambil santan. Kemudian kopi, gula merah, garam, santan, diaduk-aduk menjadi satu, kemudian dijerang sambil diaduk-aduk sampai mendidih. Setelah mendidih panili dimasukkan, lalu diangkat. Selanjutnya kolang-kaling diiris tipis-tipis memanjang lalu dimasak kemudian ditiriskan.
Omplong
Omplong berfungsi sebagai tungku atau perapian ketika memasak. Terbuat dari tanah liat dan berbentuk silinder. Lubang atas omplong berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan peralatan memasak. Omplong mempunyai tiga buah tonjolan di bibirnya serta di bagian bawahnya berfungsi sebagai jalan masuk angina dari luar ke lubang yang terdapat di tengah omplong juga sebagai tempat kayu bakar. Bahan bakar yang digunakan omplong adalah grajen serbuk kayu yang digergaji atau mrambut limbah penggilingan padi. Omplong diletakkan sejajar dengan tungku-tungku yang lain.
Omah Dhuwur
Omah Dhuwur terletak di sebelah timur Kali Gajahwong. Karena letaknya yang tinggi tersebut, maka disebut dalam bahasa Jawa (omah dhuwur). Dahulu rumah ini milik keturunan orang Kalang bernama Pawiro Semito (lebih dikenal dengan nama Pak Tembong). Dalam perkembangannya kini bangunan omah dhuwur direvitalisasi menjadi sebuah restoran dengan nama tetap Omah Dhuwur milik HS Silver.
Thursday, May 7, 2009
Wingko, Makanan
Makanan khas yang berasal dari Kotagede, berbentuk bulat, bewarna putih kecoklatan, sebagai warna asli dari hasil pengolahan melalui oven. Pada beberapa penyajian juga dibuat dalam bentuk potongan-potongan kecil segi tiga maupun segi empat Wingko rasanya manis dan gurih.
Makanan tradisional ini dibuat dari tepung beras ketan yang dicampur dengan parutan kelapa, dibubuhi vanili sebagai aroma, dan pemanis gula pasir. Adonan ini selanjutnya dicetak dan dioven.
Makanan tradisional ini dibuat dari tepung beras ketan yang dicampur dengan parutan kelapa, dibubuhi vanili sebagai aroma, dan pemanis gula pasir. Adonan ini selanjutnya dicetak dan dioven.
Wela
Makanan khas Kotagede berbentuk segitiga dengan rasa manis, di dalamnya diisi dengan tempe. Asal-usul nama ini, pertama kali terjadi, pada saat para abdi dalem disuguhi makanan ini oleh penduduk Kotagede, setelah mencicipi, ia heran dan merasa unik bentuk dan rasanya. Maka, ia berkata: “..we lha,…kok kaya ngene..” maksudnya ..”wah rasa kue ini kok seperti ini, enak dan gurih..”. Sejak saat itu makanan tersebut dikenal dengan nama wela. Makanan ini bisanya disajikan sebagai pelengkap Soto Kotagede.
Wedangan Yu Hadi
Warung yang terletak di Pasar Kotagede, tepatnya di bagian emper sebelah Utara. Merupakan warung makan minum yang baru mulai buka kurang lebih jam 21.00, setelah warung-warung lauk pauk yang buka pada sore harinya tutup. Dan baru tutup lagi setelah para pedagang sayur mulai berdatangan menjelang Shubuh. Dapat dikatakan menjadi salah satu mata rantai dari siklus 24 jam warung di Kotagede terus ada dan tetap buka. Selain makanan dan minuman yang menjadi standar jajanan malam, minuman yang menjadi ciri khas adalah wedang kunir asem.
Wednesday, May 6, 2009
Wakul
Peralatan rumah tangga tradisional yang berfungsi sebagai tempat nasi, wakul pada bagian bawahnya berbentuk segi empat, mempunyai kaki, bagian atasnya berbentuk lingkaran. Terbuat dari anyaman bambu atau aluminium dengan bermacam-macam ukuran.
Wajik Kletik
Makanan tradisional Kotagede berupa makanan kecil, yang biasanya disajikan untuk menjamu tamu atau bahkan untuk oleh-oleh. Bahan baku utamanya adalah beras ketan, dengan bumbu gula kelapa, garam, panili, dan kelapa.
Cara pengolahannya: beras ketas dikukus, lalu dikaru (direbus setengah matang) dengan diberi parutan kelapa dan sisiran gula kelapa, lalu diimbuhi garam dan panili. Semuanya dicampur menjadi satu hingga kelihatan merata betul-betul. Kemudian semua adonan itu diletakkan di daun pisang dan dibuat bulat gepeng (garis tengah kurang lebih 15 cm, baru dipan (= dimasukkan dalam sejenis pemanggang roti).
Menyajikannya daun pisang setelah dikelupas semuanya, lalu diiris kecil-kecil atau dijadikan empat bagian lalu dimakan. Makanan ini bisa dihidankan pagi, siang, ataumalam hari untuk semua lapisan masayarakat.
Cara pengolahannya: beras ketas dikukus, lalu dikaru (direbus setengah matang) dengan diberi parutan kelapa dan sisiran gula kelapa, lalu diimbuhi garam dan panili. Semuanya dicampur menjadi satu hingga kelihatan merata betul-betul. Kemudian semua adonan itu diletakkan di daun pisang dan dibuat bulat gepeng (garis tengah kurang lebih 15 cm, baru dipan (= dimasukkan dalam sejenis pemanggang roti).
Menyajikannya daun pisang setelah dikelupas semuanya, lalu diiris kecil-kecil atau dijadikan empat bagian lalu dimakan. Makanan ini bisa dihidankan pagi, siang, ataumalam hari untuk semua lapisan masayarakat.
Subscribe to:
Posts (Atom)